PELANTIKAN PENGURUS IP3/4 DR DAN PENGURUS PENGEMBANGAN BAHASA
Mengabdi Bukan Untuk Dihormati, Tapi Untuk Memberi Manfaat
Sabtu, 2025-08-02 | 19:40:57


Jakarta — Pondok Pesantren Daarul Rahman kembali menggelar momen penting dalam siklus kepemimpinan pelajar, yaitu Pelantikan Pengurus IP3DR. Acara ini bukan sekadar formalitas serah terima jabatan, namun menjadi panggung spiritual dan moral untuk mengukuhkan nilai-nilai pengabdian di tengah kehidupan santri.
Acara diawali dengan masuknya para pengurus baru ke tempat pelantikan, penuh ketertiban dan kekhidmatan. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi, diiringi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah, menghadirkan suasana teduh yang menyejukkan jiwa.
Setelah itu, pembacaan sholawat menggema, menjadi simbol harapan agar perjuangan para pengurus baru senantiasa dalam naungan keberkahan Allah dan syafaat Rasulullah. Suasana semakin semarak saat seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Daarul Rahman, meneguhkan komitmen santri terhadap agama dan bangsa.
Tibalah pada momen utama yaitu pelantikan pengurus IP3DR, di mana ikrar dilantunkan, bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai janji suci untuk mengabdi dengan ikhlas.
Dalam sambutannya, Ust. Irfan PM selaku Koordinator Umum menegaskan nilai esensial dari sebuah jabatan:
“Menjadi pengurus bukan berarti menjadi yang paling penting atau ingin dipentingkan, tetapi bagaimana kita bisa memberi manfaat sebesar-besarnya untuk Daarul Rahman.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan di pesantren bukanlah soal kedudukan, melainkan keikhlasan dan pengabdian.
Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan mau’idzoh hasanah, menyentuh hati para hadirin dengan nasihat bijak seputar tanggung jawab, keikhlasan, dan pentingnya niat dalam setiap amal.
Kemudian disusul sambutan dari Ketua Pelajar lama yang menyampaikan rasa syukur, haru, dan pesan perjuangan bagi pengurus baru. Ketua Pelajar baru pun memberikan sambutan penuh semangat, menggambarkan harapan dan tekad untuk membawa IP3DR ke arah yang lebih baik.
Acara semakin mendalam dengan sambutan dari Gus Faiz, yang mengingatkan kembali tentang hakikat pembelajaran di pesantren:
“Di pondok, bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar tentang ilmu kehidupan.”
Kutipan tersebut menegaskan bahwa pesantren adalah sekolah jiwa, tempat ditempanya karakter dan akhlak santri dalam berbagai lini kehidupan.
Meskipun acara mencapai penutupan, namun puncak haru dan khidmat baru benar-benar terasa saat dilangsungkan serah terima jabatan (sertijab). Pertama, dilakukan Sertijab Koordinator IP3DR dan IP4DR, lalu dilanjutkan dengan Sertijab Ketua Pelajar. Suasana penuh makna ini menjadi saksi bahwa estafet amanah telah berpindah tangan, dari satu generasi ke generasi berikutnya
Pelantikan ini bukanlah akhir, tapi awal dari pengabdian. Di pesantren, para santri bukan hanya diajarkan ilmu di ruang kelas, tapi juga ilmu kehidupan bagaimana memimpin, melayani, dan berjuang bersama.
Semoga para pengurus IP3DR yang baru senantiasa membawa semangat keikhlasan, keteladanan, dan manfaat, demi kejayaan Daarul Rahman tercinta.