Belajar Percaya Diri dengan Berdialog Bahasa Asing Melalui Drama
Opera Van Language Putri 2025
Rabu, 2025-11-05 | 21:24:34
Jakarta – Tepat diawal bulan ini bagian pengembangan bahasa memiliki sebuah agenda yang menjadi rutinitas dari tahun sebelumnya, yaitu “Opera Van Language”. Acara ini dilaksanakan pada Malam Minggu, 1 November 2025 bertempat di Masjid An-Nida An-Naidi. Acara ini diadakan untuk melatih kemampuan berbahasa dalam berdialog melalui sebuah drama serta melatih kepercayaan diri dan kerja sama santri dalam menampilkan sebuah drama.
Acara opera van language kali ini mengusung tema dari rumah produksi kartun tekemuka di dunia yaitu “Disney”. Acara dimulai dari penampilan drama dari kelas 3 putri dengan judul “Tangled”. Tangled adalah film animasi disney yang menceritakan kisah Rapunzel, seorang putri yang memiliki rambut panjang berwarna pirang yang ajaib dan dikurung di menara oleh ibu angkatnya, Mother Gothel. Dia menghabiskan masa mudanya di menara dan sangat penasaran dengan keadaan dunia di luar. Film ini tidak hanya tentang petualangan, tetapi juga tentang pemberontakan remaja, penemuan diri, dan pertumbuhan.
Lalu dilanjut penampilan drama dari kelas 1 putri dengan judul “Coco”. Film ini bercerita tentang Miguel, seorang anak laki-laki yang bermimpi menjadi musisi meskipun keluarganya melarang musik karena trauma di masa lalu. Pesan yang dapat diambil adalah pentingnya ikatan keluarga, menghormati leluhur, dan tradisi.
Kemudian penampilan kelas 3 putri dengan judul “Maleficent”. Maleficent adalah kisah dongeng putri tidur yang dikutuk oleh peri bernama Maleficent, film ini dimulai dengan kisah cinta antara Maleficent dan seorang pemuda bernama Stefan. Alasan Maleficent menjadi marah dan bertindak jahat adalah pengkhianatan Stefan yang merebut sayap Maleficent. Film ini mengajarkan bahwa tidak ada orang yang terlahir jahat dan tindakan negatif seringkali didasari oleh pengalaman buruk di masa lalu. Selain itu, film ini juga menunjukkan bahwa cinta ibu bisa lebih kuat dari kebencian.
Serta penampilan drama terakhir yang dibawakan oleh kelas 4 putri dengan judul “Brave”. Brave bercerita tentang seorang putri yang tangguh dan ahli memanah bernama Merida dari Skotlandia yang menolak terhadap tradisi kerajaan untuk menikah dan lebih memilih petualangan serta kebebasan. Film ini menampilkan tokoh perempuan yang pemberani dan independent serta pentingnya hubungan keluarga dan nilai-nilai tradisional.
Acara pun berlangsung meriah dan penuh semangat. Seluruh santriwati berusaha untuk mempersembahkan drama yang dibawakan dengan sebaik-baiknya. Para pengurus bagian bahasa pun berharap dengan adanya acara ini bukan hanya melatih kepercayaan dan kerja sama santri, tetapi juga mengembangkan santri dalam berbicara dengan bahasa arab maupun inggris.