Teras Santri ( DR News )


Acara Pondok

Pak KH. Syukron Ma'mun pada Haflatul wada' 47: Jangan minta dihargai, hargailah orang lain

Sabtu, 2026-06-13 | 00:37:32




- Kalau dahulu anak anakku mendengar yang namanya Khutbatul arsy, kami memperkenalkan apa itu Pondok Pesantren Daarul Rahman. Kami perkenalkan nahkodanya bernama Syukron Ma'mun, dan kami jelaskan ke mana arah kapal ini berlayar.

- Pada malam ini tentunya menjadi malam yang gembira sekaligus sedih.

- Di samping rasa gembira, kita juga bercampur dengan rasa sedih karena akan berpisah dengan anak-anakku.

- Berani bertemu harus berani berpisah. Takut berpisah, jangan bertemu. Karena pertemuan adalah awal dari perpisahan, dan perpisahan adalah akhir dari pertemuan.

- Imam al ghazali berkata: "Setiap manusia pasti akan berpisah dengan siapa dan apa yang mereka cintai."

- Ingat, perpisahan kita sebatas fisik, tetapi batin kita tidak akan berpisah selamanya.

- Anak-anakku, saya sering mengatakan bahwa kalian adalah orang orang yang berharga. Kenapa? Karena perjalanan hidup dan perjuangan kalian.

- Akan tetapi, kalau anak-anakku berharga, jangan meminta untuk dihargai.

- Ini prinsip pesan saya: walaupun kalian berharga, jangan meminta dihargai. Karena orang-orang yang dihargai oleh masyarakat adalah mereka yang telah berbuat bagi kemaslahatan umat.

- Anak-anakku tamat dari pondok ini. Katakanlah kalian bisa bahasa Arab, bisa bahasa Inggris, bisa membaca kitab kuning, dan lain sebagainya. Akan tetapi, kalian belum berbuat apa apa.

- Kalau kalian belum berbuat apa apa, maka jangan meminta apa apa.

- Jangan pernah meminta dihormati, hormatilah orang lain. Jangan meminta dihargai, hargailah orang lain.

- Orang yang terhormat adalah orang yang tidak meminta minta untuk dihormati atau dihargai.

Bagaimana cara menghargai diri sendiri?
Pertama: dengan akhlak.
- Jangan merasa paling pintar, jangan merasa paling berjasa, jangan merasa lebih dari orang lain, Itu adalah sifat iblis.
- Rasulullah SAW berjuang dengan akhlak, wali Songo juga berjuang dengan akhlak.

Kedua: jadilah makhluk hidup, jangan menjadi makhluk mati.
- Tanda-tanda hidup adalah bergerak.
- Di masyarakat, bergeraklah.
- Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi ciptakan pekerjaan.
- Jangan menjadi makhluk mati, jadilah makhluk hidup yang terus bergerak dan berkembang

Ketiga: jaga kebersamaan dan kegotongroyongan.
- Jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan.
- Jadilah ikan hidup, jangan menjadi ikan mati.
- Ikan mati jika diberi gula akan manis, jika diberi cuka akan menjadi asam.
- Tetapi ikan hidup, seperti tongkol, hidup di lautan yang asin namun tidak menjadi asin.
- Maka jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan.

- Jaga dirimu sendiri, jaga nama keluargamu, jaga juga nama pesantrenmu.

- Saya tidak pernah membuat iklan tentang pesantren saya. Kalau ingin melihat Daarul Rahman, lihatlah alumninya. Karena pada umumnya alumni Daarul Rahman minimal menjadi seorang ustadz

- Syukuri dahulu apa yang telah ada, maka Allah akan memberikan apa yang belum ada.

- Kalian mau menjadi apa pun silakan, tetapi jangan tinggalkan syariatnya.

- Tidak ada sabun yang lebih baik daripada al Quran, dan tidak ada sabun yang lebih baik daripada hadis Rasulullah SAW.

- Kalau hanya bergerak tetapi tidak berkembang, itu sama saja mati.

- Orang yang paling jahat di sisi Allah adalah orang yang tidak percaya kepada Penciptanya.

- Yang terakhir, saya teringat kepada guru saya, KH. Imam Zarkasyi. Beliau pernah bertanya:
"Hai anak-anakku, siapakah orang penting itu?"
Banyak santri menjawab, tetapi beliau berkata, "Salah. Kalian semua tidak tahu siapa orang penting itu." Kemudian beliau menjelaskan: "Orang penting itu adalah orang yang mementingkan kepentingan orang lain."

- Kalau kalian ingin menjadi orang penting, maka pentingkanlah kepentingan orang lain.

- Kalau kalian menjumpai sesuatu yang aneh di masyarakat, jangan sungkan sungkan datang ke sini untuk bertemu dengan saya.

- Mudah mudahan anak anakku selalu berjalan di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.