Teras Santri ( DR News )


Dunia Islam

Menyambut Hari Raya Idul Adha dengan Ibadah Puasa yang Penuh Keutamaan dan Hikmah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Sejarah, Hikmah, dan Manfaat Medis

Jumat, 2025-06-06 | 20:00:11




Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Sejarah, Hikmah, dan Manfaat Medis

Faiz Ahmad Rizqy  – Daarul Rahman News

Jakarta –  Bulan Dzulhijjah adalah salah satu waktu yang paling mulia dalam kalender Islam, khususnya sepuluh hari pertamanya. Di antara amal istimewa yang dianjurkan di dalamnya adalah puasa sunnah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Kedua puasa ini memiliki nilai ibadah tinggi, dilandasi sejarah para nabi, dan bahkan memberikan manfaat kesehatan secara medis.

1. Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Meskipun hadits mengenai puasa Tarwiyah tidak tergolong shahih secara sanad, isinya tetap mencerminkan semangat amal saleh di hari-hari istimewa. Hadits tersebut berbunyi:

صوم يوم التروية كفارة سنة، وصوم يوم عرفة كفارة سنتين


“Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa satu tahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.”
(HR Abus Syekh dan Ibnun Najar)

Ulama hadits seperti Al-Hafiz menyebutkan bahwa riwayat ini lemah, namun tetap diperkuat oleh hadits-hadits lain tentang keutamaan beramal saleh di awal Dzulhijjah.

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة


"Puasa hari Arafah menghapus dosa dua tahun: satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.”
(HR Muslim)

Keutamaan ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah kepada hamba-Nya yang memperbanyak ibadah di waktu yang tepat.

2. Landasan Anjuran Beramal di Awal Dzulhijjah

Amal saleh di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dicintai oleh Allah. Dalam hadits shahih disebutkan:

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام العشر


“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada pada sepuluh hari ini.”
(HR Bukhari dan At-Tirmidzi)

Itulah sebabnya para ulama menganjurkan puasa, sedekah, dzikir, dan berbagai bentuk amal kebaikan selama hari-hari tersebut.

3. Sejarah Puasa Tarwiyah dan Arafah

Kisah Nabi Ibrahim AS

Puasa ini erat kaitannya dengan perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS. Pada tanggal 8 Dzulhijjah, beliau mendapatkan mimpi yang merupakan wahyu untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Inilah asal nama Tarwiyah, dari kata rawwa-yarwi (merenungi atau mempertimbangkan).

Kemudian pada tanggal 9 Dzulhijjah, beliau memahami dan yakin bahwa mimpi itu benar-benar perintah dari Allah. Hari itu dikenal sebagai Arafah, dari kata ‘arafa (mengetahui). Peristiwa ini menunjukkan ketaatan Nabi Ibrahim yang luar biasa dan menjadi simbol ketundukan sejati kepada Allah.

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW

Hari Arafah juga menjadi momen bersejarah ketika Rasulullah SAW menyampaikan Khutbah Wada' (khutbah perpisahan) di Padang Arafah saat haji terakhir beliau. Dalam khutbah itu, Rasulullah menegaskan hak-hak dasar manusia, pentingnya persaudaraan, dan pokok-pokok ajaran Islam yang mendasar.

4. Manfaat Medis Puasa Tarwiyah dan Arafah

Selain nilai spiritualnya yang tinggi, puasa juga membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh, di antaranya:

  • Detoksifikasi alami: Puasa membantu tubuh membersihkan racun yang menumpuk dalam sistem pencernaan dan aliran darah.
  • Menurunkan risiko penyakit kronis: Studi menunjukkan puasa dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan kolesterol.
  • Meningkatkan fungsi otak: Puasa mendorong produksi neurotrophic factor, yang mendukung regenerasi sel otak dan memperkuat daya ingat.
  • Mengatur metabolisme tubuh: Puasa memperbaiki sensitivitas insulin dan mendukung sistem metabolisme yang lebih sehat.
  • Meningkatkan kestabilan emosi dan mental: Selain jasmani, puasa juga membantu menenangkan jiwa, mengurangi stres, dan memperbaiki pola tidur.

Dengan demikian, puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah adalah ibadah yang menyeluruh: menyehatkan ruhani sekaligus jasmani.

Penutup

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dua amalan yang penuh keutamaan dan makna, baik dari sisi spiritual, historis, maupun medis. Di tengah kesibukan dunia, dua hari ini adalah momen bagi umat Islam untuk kembali menyucikan diri, meneladani para nabi, dan memperbaiki kesehatan jiwa dan raga.

Mari kita sambut datangnya 8 dan 9 Dzulhijjah dengan semangat puasa, sebagai bentuk syukur dan ketundukan kepada Allah SWT.

Pondok Pesantren Daarul Rahman pun juga mengajak seluruh santri untuk melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah sebagai bentuk kepatuhan, pelatihan spiritual, dan pengamalan ilmu agama dalam kehidupan nyata. Pun pada sore harinya santri Daarul Rahman mengikuti pengajian bersama KH. Muhammad Faiz SM. Lc. MA pada hari Tarwiyah, dan bersama Prof. KH. Syukron Ma'mun BA pada hari Arafah.

Semoga puasa ini menjadi wasilah penghapus dosa, pembuka rahmat, dan jalan menuju ridha Allah SWT.