Ketua Umum PBNU Gus Kikin Ziarah ke Makam KH Syukron Ma’mun di Pondok Pesantren Daarul Rahman
Selasa, 2026-10-20 | 20:14:19
* *Gus Kikin bersama rombongan berziarah di makam Syaikhuna KH. Syukron ma'mun
Jakarta, DR News- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, melakukan ziarah ke makam KH Syukron Ma’mun di Pondok Pesantren Daarul Rahman pada pukul 19.23 WIB.
Kedatangan Gus Kikin bersama rombongan berlangsung tanpa seremoni penyambutan. Setibanya di lingkungan pondok pesantren, beliau langsung menuju makam almarhum KH Syukron Ma’mun untuk berziarah dan memanjatkan doa bersama.
Diselimuti dengan lantungan Dzikir, tahlil dan tadarus Al- qur'an oleh para santri Daarul Rahman dan para peziarah lain menjadikan suasana ziarah semakin khidmat.
Tak lama berselang, Gus Faiz (anak KH. Syukron ma'mun) turut menyambangi makam dan berbincang sejenak dengan Gus Kikin. Setelah itu, rombongan meninggalkan area pemakaman.
Dalam sambutan pada acara tahlil untuk almarhum KH Syukron Ma’mun, Gus Kikin menyampaikan belasungkawa atas nama PBNU. Ia mengatakan bahwa wafatnya KH Syukron Ma’mun merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi Nahdlatul Ulama, tetapi juga bagi umat Islam, khususnya di Indonesia.
“Saya atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ikut berbela sungkawa, berduka cita atas wafatnya KH Syukron Ma’mun. Ini kehilangan yang besar bagi Nahdlatul Ulama, kehilangan bagi umat Islam, khususnya di Indonesia,” ujarnya.
Gus Kikin juga mengenang sosok KH Syukron Ma’mun yang telah dikenalnya sejak muda melalui cerita orang tuanya. Menurutnya, almarhum merupakan salah satu tokoh yang dikenal sebagai 'singa podium' pada era 70 an, ketika umat Islam dan Nahdlatul Ulama menghadapi berbagai tantangan.
“Beliau ini salah satu orang yang menjadi singa podium di zaman-zaman itu, di zaman 70-an. Zaman susahnya umat Islam, zaman susahnya Nahdlatul Ulama, beliau selalu di panggung dan menyampaikan apa-apa yang menjadi syiar Islam,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegigihan KH Syukron Ma’mun dalam menyampaikan syiar Islam telah berlangsung selama puluhan tahun. Bahkan, semangat tersebut tetap terlihat hingga usia lanjut.
Salah satu kenangan yang paling membekas bagi Gus Kikin terjadi pada 2024, ketika KH Syukron Ma’mun menghadiri acara haul di Gresik. Dalam perjalanan menuju lokasi, almarhum sempat singgah di rumah Gus Kikin untuk makan sore bersama, ditemani Gus Didin. Setelah itu, mereka berangkat bersama menuju Gresik.
Acara haul dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. KH Syukron Ma’mun kemudian menyampaikan mauizah hasanah sekitar pukul 22.00 WIB hingga lewat pukul 23.30 WIB. Selama lebih dari satu setengah jam, almarhum terus menyampaikan nasihat dan pemikirannya di hadapan para hadirin.
Gus Kikin mengaku takjub dengan stamina dan semangat dakwah almarhum. Setelah acara, ketika berjalan turun bersama KH Syukron Ma’mun, ia mendengar langsung pernyataan yang menggambarkan besarnya semangat sang kiai dalam membina umat.
“Saya kalau disuruh bicara sampai Subuh, saya masih sanggup,” kenang Gus Kikin menirukan ucapan almarhum.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi bukti betapa besar perhatian KH Syukron Ma’mun terhadap umat. Bahkan pada usia 82 tahun saat itu, almarhum masih mampu menyampaikan pemikiran dan nasihat dalam waktu yang panjang.
“Semangat beliau itulah yang menjadikan beliau sangat gigih dalam menyampaikan pikiran-pikirannya dan membina umat,” ujarnya.
Selain mengenang perjuangan dakwah, Gus Kikin juga menceritakan sisi akrab kebersamaannya dengan almarhum. Seusai acara haul di Gresik, mereka dipersilakan masuk ke rumah tuan rumah untuk menikmati hidangan. Gus Kikin mengaku terkejut ketika melihat kepala kambing disajikan di meja makan.
Setelah bertanya kepada tuan rumah, ia mendapat jawaban bahwa hidangan tersebut merupakan pesanan KH Syukron Ma’mun. Gus Kikin pun ikut menikmati hidangan bersama almarhum. Tak berhenti di situ, setelah mereka berbincang sejenak, tuan rumah kembali menyajikan durian Musang King yang juga disebut sebagai pesanan almarhum.
Kenangan sederhana tersebut menjadi bagian dari kedekatan Gus Kikin dengan sosok KH Syukron Ma’mun, di tengah kesibukan dan perjuangannya dalam berdakwah.
Bagi Gus Kikin, kepergian KH Syukron Ma’mun bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, melainkan juga kehilangan sosok ulama yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan syiar Islam dan membina umat. Semangat, kegigihan, serta keteladanan almarhum menjadi kenangan berharga bagi Nahdlatul Ulama dan umat Islam Indonesia.
Kunjungan tersebut menjadi momen ziarah sekaligus penghormatan kepada almarhum KH Syukron Ma’mun, sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan Dakwah bagi Ummat islam di Indonesia serta Perintis dan pendiri Pondok Pesantren Daarul Rahman yang akan terus melanjutkan perjuangan dakwah beliau kedepannya.
KATEGORI YANG SAMA
Mentri Perindustrian, Cak Sarmuji Ziarah ke makam KH. Syukron Ma’mun d...
Tahlil malam ke 4 Almarhum Syaikhuna KH syukron ma’mun