Teras Santri ( DR News )


Komunitas

KH. Sumarno Syafi'i mengenang pesan KH. Syukron Ma’mun agar ulama menjaga peradaban Islam, bukan menjadikan ilmu sebagai jalan meraih materi dan popularitas.

Tahlil malam ke 5 Alm. Syaikhuna KH. Syukron Ma'mun

Kamis, 2026-10-22 | 22:05:39


*KH. Sumarno Syafi'i pada acara tahlil Alm. Syaikhuna KH. Syukron Ma'mun * *KH. Sumarno Syafi'i pada acara tahlil Alm. Syaikhuna KH. Syukron Ma'mun

Jakarta, DR News- Hari ini tepat pada malam ke 5 kita kehilangan pelita kita Alm. Syaikhuna KH. Syukron Ma’mun, orang berduyun duyun datang ke Daarul Rahman untuk ikut mendoakan Syaikhuna.

Dalam sambutannya KH. Luthfi Zawawie mengungkapkan bahwa hanya orang munafiklah yang tidak merasakan kesedihan akan wafatnya seorang ulama. 

“Tidak ada musibah yang paling besar yang menimpa kepada kita ummat islam kecuali meninggalnya seorang ulama, maka hanya orang munafik sajalah yang tidak bersedih akan kehilangannya seorang ulama. Kita sedang mendapatkan musibah yang amat besar panutan kita, idola kita, guru kita, orangtua kita, pembimbing kita, telah dipanggil oleh allah swt.” Ungkapnya.

Di lain kesempatan Pengasuh Pondok pesantren Al- Karimiyah, KH. Damanhuri mengenang pesan KH. Syukron Ma’mun tentang pentingnya mengutamakan pengelolaan dan pengembangan pondok pesantren sebagai bentuk pengabdian dalam dunia pendidikan. Pesan tersebut menjadi pegangan bagi KH. Damanhuri dalam menjalankan amanahnya hingga lembaga pendidikan yang dikelolanya terus berkembang sampai saat ini. Beliau menuturkan:

“saya masih teringat terus apa yang menjadi pesan beliau kepada saya, sehingga saya meninggalkan ceramah dari tahun 2017, kecuali yang dekat dekat saja. Beliau berpesan kepada saya ‘urusi pondok pesantren’, akhirnya saya urusi pondok pesantren, alhamdulillah sekarang dari mulai Ibtidaiyyah, tsanawiyah, aliyah sampai ke Universitas. Alhamdulillah beliau selalu medukung apa yang saya lakukan dan alhamdulillah beliau selalu memperhatikan apa yang terjadi” ungkap beliau seraya menitihkan air mata yang bercucuran.

Di kesempatan kali ini pula KH. Sumarno, Pengasuh Pondok Pesantren Daarus- Sa’adah yang juga alumni Pondok Pesantren Daarul Rahman mengungkapkan bahwa Syaikhuna KH. Syukron Ma’mun selalu berpesan akan pentingnya menjaga peradaban islam kapanpun atau kau menjadi apapun.

“Andaikan kau menjadi ulama maka jadilah ulama yang betul betul dalam menjaga beradaban islam, jangan lah kaumenjadi ulama yang hanya menjual profesimu hanya untuk kepentingan sesuap nasi dan untuk mendapatkan popularitas, itu selalu terngiang di otak saya dan selalu teringat di hati saya. ketika kau nnti jadi pengusaha bagaimana kau nanti jadi pengusaha yang memiliki citra peradaban islam, membangun pengusaha yang sadar terhadap kaum yang lemah, bukan menjadi konglomerat kau menindas yang kelak nanti kau akan menyusahkan kehidupan orang banyak lupa dengan agama. Ketika kau jadi politisi, hendaklah menjaga bagaimana peradaban islam. kau jadi mentri, mentri yang harus mementingkan islam. Kau jadi bupati yang sadar dengan islam. Kau jadi presiden, presiden yang membela agama islam. Itu yang beliau selalu berikan kepada kita. Mudah mudahan kita bisa memegang amanah itu.” Ungkap beliau dengan menggebu. 

Beliau juga berpesan bahwa beliau dan para alumni yang lain selalu setia dan siap untuk selalu menjaga Daarul Rahman. Sekali Daarul Rahman selamanya akan Daarul Rahman.

“ Gus faiz, Gus ridho, kami seluruh para alumni insyallah akan selalu setia dan menjaga Daarul Rahman. Kami seluruh para alumni akan selalu siap sedia jiwa dan raga membela dan membantu berjalannya Daarul Rahman, Sumarno hari ini tidak akan menjadi Sumarno hari ini kalau tanpa ada Daarul Rahman. Sekalinya namanya Daarul Rahman tetap kemanapun adalah Daarul Rahman"

Lalu acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Habib Husein bin Ja’far Al Haddad.