POSSE membuka lembaran pertamanya pada momentum Hari Santri Nasional 2026, dengan Daarul Rahman sebagai tuan rumah sekaligus peraih gelar juara voli putri.
Tuan Rumah Sekaligus Juara, Daarul Rahman Ukir Sejarah di POSSE Perdana Voli Putri
Ahad, 2026-10-11 | 16:26:12
JAGAKARSA, 10 Oktober 2026 — Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, menorehkan prestasi membanggakan dalam perhelatan perdana Pekan Olahraga Santri se-Jakarta Selatan (POSSE). Bertindak sebagai tuan rumah, tim voli putri Daarul Rahman berhasil meraih Juara I setelah menaklukkan Pondok Pesantren Az-Ziyadah dalam partai final yang berlangsung sengit dan menegangkan.
Pertandingan final tersebut berakhir dengan kemenangan dua set langsung untuk Daarul Rahman. Meski unggul 2–0, kemenangan itu diraih melalui perjuangan keras, terutama pada set kedua yang berlangsung dramatis hingga deuce.
PP. Az-Ziyadah 0–2 PP. Daarul Rahman
- Set pertama: 19–25
- Set kedua: 24–26
Pada set pertama, Daarul Rahman mampu menjaga konsistensi permainan dan menutup laga dengan skor 25–19. Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung semakin ketat. Kedua tim saling mengejar angka hingga skor 24–24, sebelum Daarul Rahman akhirnya mengamankan dua poin terakhir dan memastikan kemenangan 26–24.
Capaian tersebut menjadi catatan istimewa dalam penyelenggaraan POSSE yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional 2026. Di tengah semangat mempererat silaturahmi dan membangun budaya kompetisi antarpesantren, Daarul Rahman berhasil menyempurnakan perannya sebagai tuan rumah dengan prestasi di lapangan.
POSSE merupakan perhelatan olahraga santri yang untuk pertama kalinya diselenggarakan atas prakarsa Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren), serta Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) DKI Jakarta. Ajang ini menjadi ruang pertemuan bagi pesantren-pesantren di Jakarta Selatan untuk memperluas jejaring persaudaraan sekaligus mengembangkan potensi santri dalam bidang olahraga.
Pada cabang voli putri, delapan kontingen pesantren turut ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung dengan persaingan ketat. Setiap tim membawa semangat untuk memberikan penampilan terbaik, menjadikan pertandingan sebagai ruang pembuktian kemampuan, kekompakan, dan daya juang para santri.
Memasuki partai final, Daarul Rahman berhadapan dengan Az-Ziyadah dalam laga penentuan gelar juara. Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Daarul Rahman berhasil mengamankan set pertama dengan skor 25–19, tetapi Az-Ziyadah memberikan perlawanan kuat pada set kedua.
Drama deuce terjadi ketika kedua tim sama-sama mengumpulkan 24 poin. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, para pemain Daarul Rahman tetap tenang dan mampu merebut dua poin penentu. Skor akhir 26–24 memastikan kemenangan dua set langsung sekaligus mengantarkan Daarul Rahman ke podium tertinggi cabang voli putri POSSE 2026.
Hasil tersebut menjadi penutup manis bagi perjalanan tim voli putri Daarul Rahman dalam kompetisi ini. Bermain di lingkungan pesantren sendiri, para pemain mampu memanfaatkan dukungan tuan rumah dengan menunjukkan permainan yang solid, penuh semangat, dan pantang menyerah hingga pertandingan terakhir.
Tuan Rumah yang Menjawab Kepercayaan dengan Prestasi
Keberhasilan Daarul Rahman menyelenggarakan kegiatan sekaligus meraih gelar juara memberikan dimensi tersendiri bagi perhelatan POSSE tahun ini. Tanggung jawab sebagai tuan rumah menuntut kesiapan dalam mendukung jalannya kegiatan, sementara partisipasi sebagai kontestan memerlukan konsentrasi dan perjuangan untuk mencapai hasil terbaik.
Dua peran tersebut bertemu dalam satu momentum yang membanggakan. Daarul Rahman menjadi tempat berkumpulnya para santri dari berbagai pesantren, sekaligus mengantarkan timnya meraih gelar juara pertama dalam kompetisi voli putri pada penyelenggaraan perdana POSSE.
Koordinator Olahraga IP4DR, Fildza, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tim voli putri Daarul Rahman. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, ketenangan, dan semangat para pemain sepanjang pertandingan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian tim voli putri Daarul Rahman yang berhasil meraih juara pertama. Terlebih, dalam kesempatan ini Daarul Rahman juga dipercaya menjadi tuan rumah. Pertandingan final berlangsung sangat menegangkan, terutama pada set kedua yang harus diselesaikan melalui drama deuce. Kemenangan ini tentu menjadi hasil dari kerja keras, kekompakan, dan semangat para pemain selama pertandingan,” tegas Fildza.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi sumber motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi. Prestasi olahraga, menurutnya, perlu dirawat melalui pembinaan yang berkelanjutan agar potensi santri dapat berkembang secara optimal.
“Harapannya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pondok, tetapi juga menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang olahraga ke depannya,” lanjutnya.
Olahraga sebagai Ruang Pembentukan Karakter Santri
Keberhasilan tim voli putri Daarul Rahman memperlihatkan pentingnya ruang aktualisasi bagi santri dalam bidang olahraga. Di balik pertandingan yang berlangsung di lapangan, terdapat proses pembelajaran tentang disiplin, tanggung jawab, komunikasi, ketenangan, dan kemampuan bekerja dalam satu tim.
Nilai-nilai tersebut memiliki hubungan erat dengan kehidupan pesantren. Kedisiplinan membantu santri menjaga konsistensi latihan, kebersamaan mengajarkan pentingnya saling mendukung, sementara kompetisi membentuk ketangguhan dalam menghadapi tekanan. Kemenangan menjadi hasil yang patut disyukuri, sedangkan proses perjuangan memberikan pengalaman yang berharga bagi perkembangan pribadi setiap pemain.
Partai final melawan Az-Ziyadah menjadi gambaran nyata tentang pentingnya mental bertanding. Setelah mengamankan set pertama, para pemain Daarul Rahman harus menghadapi tekanan besar pada set kedua. Keberhasilan menutup pertandingan dengan skor 26–24 menunjukkan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh fokus dan keberanian mengambil keputusan pada momen-momen krusial.
Dalam konteks Hari Santri Nasional, penyelenggaraan POSSE juga menghadirkan gambaran tentang dinamika kehidupan pesantren yang terus berkembang. Santri memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam berbagai bidang, termasuk olahraga, dengan tetap membawa nilai-nilai adab, sportivitas, dan tanggung jawab.
Prakarsa Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, Hebitren, dan FKPP DKI Jakarta dalam menghadirkan POSSE menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan antarpesantren melalui kegiatan yang produktif. Keberlanjutan kompetisi semacam ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi santri untuk berprestasi sekaligus membangun tradisi olahraga yang sehat di lingkungan pesantren.
Bagi Daarul Rahman, gelar juara pertama ini akan menjadi bagian dari kenangan penting dalam perjalanan olahraga pesantren. Menjadi tuan rumah sekaligus mengangkat trofi juara pada penyelenggaraan perdana merupakan capaian yang memberikan kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar pondok.
Pada akhirnya, keberhasilan POSSE akan dikenang melalui tumbuhnya persaudaraan, lahirnya prestasi, dan menguatnya semangat para santri untuk terus berkembang. Di Jagakarsa, pada 10 Oktober 2026, Daarul Rahman menorehkan satu catatan penting dalam perjalanan tersebut: menyambut para peserta sebagai tuan rumah, berjuang sebagai kontestan, dan mengakhiri kompetisi sebagai juara.
Dari Jagakarsa, semangat prestasi santri menemukan panggungnya. Pada POSSE perdana, Daarul Rahman pulang dengan kebanggaan sebagai juara pertama voli putri setelah menaklukkan Az-Ziyadah dalam final dramatis dua set langsung—sebuah awal yang layak dikenang dalam sejarah olahraga pesantren se-Jakarta Selatan.