Teras Santri ( DR News )


Acara Pondok

Santri Daarul Rahman menjawab zaman dengan Seni keilmuan ala santri gen-z

Pentas Seni Pondok Pesantren Daarul Rahman Tahun Ajaran 2025-2026 M

Sabtu, 2026-07-18 | 23:51:57




Jakarta- Pondok Pesantren Daarul Rahman kembali menggelar Pentas Seni Tahun Ajaran 2025-2026 M dengan mengusung tema "MBG (Mutholaah Bareng Gen-Z)". 

Mengangkat pelajaran mutholaah yang dikemas dengan berbagai pertunjukan seni khas santri generasi Z, acara ini menjadi wadah pembelajaran yang kreatif, sekaligus menghibur.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pentas Seni, Ust. Ismail, menyampaikan bahwa kesuksesan acara tersebut merupakan hasil perjuangan seluruh panitia yang telah bekerja keras selama bermminggu minggu.

"Malam ini bukan hanya tentang euforia. Kita telah berjuang berhari hari bahkan bermalam malam, mengadakan bazar yang alhamdulillah hasilnya dialihkan untuk mendukung terselenggaranya Pentas Seni pada malam ini."

Beliau juga mengungkapkan bahwa seluruh tenaga dan pengorbanan ysng telah dicurahkan semoga menjadi amal yang dibalas oleh Allah SWT.

"Lelah yang kita rasakan selama berminggu minggu, tenaga yang terkuras habis, insyallah akan dibalas dengan kebaikan dari Allah SWT."

Di akhir sambutannya, Ust. Ismail mengajak seluruh santri untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan solidaritas demi kemajuan Pondok Pesantren Daarul Rahman.

"Mari kita terus menjaga api solidaritas ini. Teruslah berproses dan teruslah berbenah demi pondok kita tercinta."

Sementara itu, dalam sambutan Koordinator Umum Masa Bakti 2025-2026 M, Ust. Irfan PM, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh pengurus dan semua pihak yang telah berkontribusi sehingga pada hari ini kita dapat menyaksikan Pentas Seni ini."

Beliau menjelaskan bahwa Pentas Seni tahun ini mengusung konsep belajar yang menyenangkan, sehingga santri dapat memperoleh pengalaman baru dalam memahami pelajaran.

"Pentas seni kali ini adalah bentuk berkarya sembari bersenang-senang, agar kita mendapatkan cara baru dalam belajar."

Menurut beliau, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi santri untuk mengembangkan potensi non akademik di luar ruang kelas.

Selain itu, Ust. Irfan menegaskan bahwa berbagai program kreatif yang diadakan pesantren, seperti nonton bareng, kompetisi e-sport, hingga pentas seni, merupakan upaya dalam menyalurkan bakat dan kreativitas santri sekaligus mencegah terjadinya tindakan kekerasan yang dapat mencoreng nama baik Pondok Pesantren Daarul Rahman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan drama kolaborasi pembuka Pentas Seni yang mengangkat pentingnya proses belajar melalui pengulangan. Salah satu pesan yang disampaikan dalam drama tersebut adalah bahwa otak akan bekerja lebih optimal ketika seseorang terus mengulang dan menghafal pelajaran yang telah dipelajari, sehingga ilmu dapat tertanam dengan lebih kuat.

Melalui penyelenggaraan Pentas Seni Tahun Ajaran 2025-2026 M ini, Pondok Pesantren Daarul Rahman kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara akademik, karakter, dan pengembangan bakat.

Dalam kegiatan ini Daarul Rahman menunjukkan bahwa metode pembelajaran tidak melulu hanya berkutat dan terbatas dalam kelas dan bel sekolah, akan tetapi kita bisa aplikasikan dalam sebuah pementasan yang kreatif serta nilai nilai yang terkandung dapat diterima anak dengan baik. 

Daarul Rahman menjawab zaman dengan metode yang berbeda, tapi pada hakikatnya isi kandungannya sama sama belajar akan ilmu  allah.