IP3/4DR Hadirkan Wajah Baru Perayaan Maulid
Senandung Cahaya Sang Nabi; Wajah Baru Malam Puncak Maulid Nabi
Rabu, 2026-09-02 | 11:04:17
JAKARTA (25/8) - Ikatan Pelajar Putra/Putri Pesantren Daarul Rahman (IP3/4DR) menghadirkan konsep perayaan Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang berbeda pada malam puncak peringatan Maulid tahun ini. Mengusung tajuk “Senandung Cahaya Sang Nabi: Meneguhkan Kepemimpinan Moral di Tengah Semangat Zaman,” acara dikemas melalui perpaduan seni, orasi, humor, dan musik untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah ﷺ secara lebih dekat dengan generasi muda.
Konsep tersebut menjadi upaya Bagian Pengajaran untuk menyampaikan pesan Maulid dengan pendekatan yang lebih segar. Cahaya Sang Nabi tidak hanya dikenalkan melalui kisah dan lantunan shalawat, tetapi juga diterjemahkan ke dalam berbagai ekspresi kreatif yang akrab dengan kehidupan santri.
Acara diawali dengan nasyid putri. Karakter vokal yang khas dan harmonisasi yang kuat, penampilan tersebut membuka suasana malam puncak Maulid sekaligus menjadi media untuk menyampaikan kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah ﷺ.
Pesan utama kemudian diperkuat melalui orasi beratai yang mengangkat perjalanan kehidupan Nabi Muhammad ﷺ. Secara bergantian, para santri menyampaikan rangkaian kisah perjalanan Rasulullah ﷺ, mulai dari fase perjuangan hingga keteladanan beliau dalam kehidupan membangun umat. Format berantai membuat pesan disampaikan secara dinamis sekaligus menempatkan para santri sebagai pelaku utama dalam menyampaikan sejarah kenabian.
Nuansa acara semakin beragam dengan hadirnya stand-up comedy Boby Al Mahbubi. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian dalam rangkaian malam puncak. Kehadiran komedi di tengah perayaan Maulid memberikan warna berbeda, sekaligus menunjukkan bahwa ekspresi kegembiraan dalam memperingati Maulid dapat hadir melalui beragam media seni dan kreativitas.
Menutup seluruh rangkaian, acapella nihai tampil sebagai persembahan terakhir. Tanpa instrumen iringan, para santri mengandalkan kekuatan vokal dan harmonisasi dengan membawakan lantunan dalam berbagai bahasa asing. Penampilan tersebut sekaligus menjadi penutup yang mempertegas pesan acara malam ini: kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dapat disuarakan melalui keberagaman bahasa, budaya, dan ekspresi.
Melalui gelaran “Senandung Cahaya Sang Nabi”, Bagian Pengajaran IP3/4DR menempatkan Maulid tidak hanya sebagai momentum mengenang kelahiran Rasulullah ﷺ, tetapi juga sebagai ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami kembali nilai-nilai kepemimpinan moral yang diwariskan beliau.
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, pesan tersebut menjadi semakin relevan. Keteladanan Nabi ﷺ tidak berhenti pada kisah yang dibacakan atau nama yang dilantunkan, tetapi perlu hadir dalam sikap, karakter, dan cara generasi muda menjalani kehidupan.
Senandung itu pun pada akhirnya bukan sekadar hiburan. Ia menjadi ikhtiar untuk mengenalkan kembali cahaya Sang Nabi—agar tidak hanya terdengar dalam lantunan, tetapi juga tercermin dalam kehidupan.